Sinergitas Mahasiswa dalam Percepatan Ekonomi Nasional Pasca Pandemi, IAIS menjadi Tuan Rumah Penyelenggara  Temu Daerah BEM Nusantara Wilayah JABAR

Badan Eksekutip Mahasiswa Nusantara Atau Lebih akrab dikenal dengan Sebutan BEM-NUS merupakan salah satu Forum Gabungan aliansi/jaringan Badan Eksekutif Mahasiswa yang digagas beberapa kampus dari aliansi per-regional yang salah satu bagianya adalah BEM Institut Agama Islam Sukabumi (IAIS).

Temu daerah BEM Nusantara Wilayah Jawa Barat yang Ke-IV dilaksanakan di GORSS Kampuz Institut Agama Islam Sukabumi (IAIS) pada Kamis, 19 Mei 2022 dan peserta yang menghadiri kegiatan tersebut Adalah Seluruh BEM Kampuz-kampuz yang berada di seluruh Wilayah Jawa Barat.

Sebagai mana disampaikan oleh Fajar Abdurahman selaku ketua Panitia pelaksana kegiatan bahwasanya kegiatan Temu Daerah BEM Nusantara Wilayah JABAR merupakan salah satu komitmen untuk menunjukan Eksistensi BEM IAIS dalam Kancah forum- Forum mahasiswa baik ditingkat regional maupun tingkat Nasional

Sebagaimana disampaikan oleh Rektor Institut Agama Islam Sukabumi Prof. Zaenal Abidin M.Ag dalam Sambutannya bahwasanya kegiatan temu daerah BEM Nusantara ini diharapakan jadi sebuah motivasi bagi mahasiswa untuk senantiasa terus meningkatkan pengetahuan individunya melalui diskursus-diskursus dan diskusi sesama mahasiswa guna menjawab segala bentuk tantangan zaman yang senantiasa berubah sangat cepat.

Dalam kegiatan temu daerah BEM-Nusantara itu juga dihadir oleh pemerintahan Kabupaten Sukabumi yang dalam kesempatan itu diwakilkan oleh Asisten Daerah 1 bagian Kesejahteraan Masyarakat Kabupaten Sukabumi Bapak Ade Setiawan yang dalam sambutannya menyampaiakn pesan Bupati Sukabumi bahwasanya Mahasiswa hari ini harus Senantiasa, Kudu ngindung Ka Waktu, Kudu nganjang ka pageto, jeng Kudu ngindung ka Zaman yang artinya kita sebagai warga kampung/daerah adat memiliki cara, ciri dan keyakinan masing-masing. Secara filosofisnya kita harus menghormati waktu seperti layaknya kita menghoramati Ibu kita, jadikan zaman sebagai pemandu karena zaman akan senantiasa menjadi penjaga kita seperti Bapak menjaga kita. Kita lahir dan dibesarkan oleh waktu dan zaman, maka tunduk dan patuhlah pada keduanya sebagai Ibu-Bapak kita secara filosofis. Setelah itu bisa dilakukan, yakinlah bahwa selanjutnya kita akan bisa nganjang ka pageto -berkunjung ke hari lusa. Dengan apa? Teknologi mesin waktu yang bisa menempatkan raga kita di masa depan, sampai saat ini, masih milik cerita-cerita dongeng semata. Tapi bisa dimaknai bahwa kita pun harus bisa meletakan pikiran kita pada masa depan. Singkatnya, sebagai mahasiswa kita harus punya visi dalam hidup.

Leave a Reply