Menjaga tradisi, mempererat silaturahmi, dengan berbagi di bulan Suci

hal yang layak disematkan pada kegiatan silaturahmi kebhinekaan yang diselenggarakan oleh yayasan darussyifa alfitrot yaspida yang bekerja sama dengan Institut Agama Islam Sukabumi. Kalimat yg sederhana tapi perlu konsistensi dan ke istiqomahan yg sangat dalam prores pelaksanaannya. Karena kebhinekaan akan kuat, apabila silaturahami senantiasa selalu di pegang erat. Tradisi Berbagi di bulan suci merupakan sebuah kegiatan Rutin tahunan yang senantiasa d jaga konsistensi nya oleh Pondok Pesantren Darusyifa Yaspida.

Dalam proses pelaksanaan nya sebagai Mana di sampaikan Oleh Pimpinan Pondok Pesantren KH. Dr. E. Supriatan Mubarok bahwasanya guru ngaji di kampung kerap terabaikan sebagai penerima bantuan. Padahal, profesi pengajar non formal tersebut memiliki andil besar dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak bangsa. Ada segmen yang sering terlewati, terabaikan, yaitu guru-guru ngaji, sebagai penerima bansos pemerintah. Beliau-beliau memang tidak meminta, tetapi juga kita sebagai orang yang pernah atau terus mendapatkan ilmu, bimbingan dari guru-guru ngaji ini, sudah sepatutnya kita semua memperhatikan keberadaan dan keadaan mereka, Pimpinan pondok pesantren mengajak seluruh elemen masyarakat yang pernah belajar ilmu agama bersama guru ngaji di mushola atau majelis taklim, agar memperhatikan kondisi para guru ngaji tersebut, “Ayo sama-sama kita datangi guru-guru ngaji kita, bawa apa yang bisa kita persembahkan”. Meskipun yang kita beri belum tentu dapat membalas jasa mereka yang sudah membimbing kita sampai hari ini, memberikan bekal kita sampai hari ini.

Selanjutnya sambutan Rektor Institut Agama Islam Sukabumi Prof. Dr. Zaenal Abidin, M.Ag menyampaikan pandangan dan filosofi tentang Kebhinekaan Peserta yang mengikuti kegiatan Silaturahmi Kebinekaan ini merupakan keterwakilan Alim Ulama setiap Kecamatan yang berada di Wilayah Kabupaten Sukabumi, Cianjur, dan Bogor.

Leave a Reply