PEMIMPIN DAN MOTIVATOR Oleh : Ahmad Mahfudzi Mafrudlo, S.Th.I., M.Ag (Dosen Institut Agama Islam Sukabumi)

Dunia ini tidak kering dari aktivitas manusia di setiap detiknya. Tidak pernah ada beberapa tempat yang kosong dari aktivitas manusia selain di hutan atau padang pasir. Tetapi kadang masih ada beberapa kelompok atau individu yang sedang bekerja di hutan untuk mencari penghidupan. Karena memang tempat tinggal mereka tidak jauh dari hutan tersebut.

            Aktivitas manusia sekarang tidak memandang apakah itu baik,cocok dari segi norma sosial atau agama itu sendiri. semakin banyak yang kreatif dengan aktivitas yang dikelilingi oleh emosi atau egoisitas individu. Seakan akan emosi manusia yang tak terkendali, berjalan semaunya saja. Manusia sekarang ini memakai celana untuk dipakai diatas kepalanya dan sepatu untuk dipakai tidur. Itulah terbaliknya zaman dan kreativitas manusia sekarang sekarang ini.

            Salah satu contoh empiris di masyarakat yaitu seorang suami yang dengan tega membunuh anak dan istrinya. Selain itu ada seorang anak yang dengan sengaja membunuh ibunya karena alasan tidak suka atas sikap ibunya. Mungkin ada beberapa kasus pembunuhan kecil lain yang  beredar di media massa.

Sesungguhnya kriminalitas di bangsa kita tidak bisa dibendung begitu saja, meskipun telah disiapkan beberapa kompi tentara atau polisi untuk menjaga keutuhan dan kenyamanan masyarakat. Tetapi statemen tersebut bisa dibantah begitu saja, karena di dalam beberapa kelompok manusia masih ada satu atau lebih yang memiliki akhlak dan moral yang tinggi. Tentunya tidak terlepas dari pemahaman dan implementasi ajaran agamanya.

            Solusi pertama mengantisipasi realitas empiris tersebut ada di Agama. Agama bukan hanya sebuah doktrin atau dogma saja. Tetapi sebagai landasan dan pijakan kuat untuk hidup di dunia ini. Esensinya bahwa hidup di dunia ini hanya untuk mengabdi atau menyembah kepada Allah. Hidup di dunia penuh dengan filosofi dan tujuan. Selain itu langkah untuk menjadi hamba yang beragama sesungguhnya terus ditingkatkan. Rasa takut kepada sang pencipta, memahami apa tujuan hidupnya hingga akhirnya faham bahwa hidup di dunia ini hanya sementara, memegang amanah sebagai kholifah. Implikasi dari framework yang diajarkan agama akan menumbuhkan banyak individu yang faham keimanan dan ketakwaan (being well pious believer). Hingga akhirnya mereka adalah khalifah dan pemimpin diri sendiri ataupun umat Islam secara luas.

Sejatinya pemimpin menjadi solusi setelah ajaran agama yang telah menjadi pandangan hidup setiap umat. Seorang pemimpin tidak bisa selalu didentikkan dengan sang presiden atau lainnya. Tetapi pemimpin bisa dimulai dari pemimpin dirinya sendiri. Seorang pemimpin yang menjadi motivator dalam dirinya kemudian memotivasi para anggotanya. Maka tatkala memahami filosofi kehidupan ini, semua pasti paham bahwa setiap individu dari kita adalah pemimpin dan motivator buat diri kita. Selain itu kita berkewajiban untuk menjadi motivator buat saudara atau teman kita. Motivator disini tidak memandang unsur senioritas. Seorang pemuda bisa saja menjadi motivator dari orang tua dan sebaliknya. Seorang yang beragama Islam bisa menjadi motivator dari agama lain dan sebaliknya. Dan yang terpenting adalah dengan motivator yang baik adalah bukan dari omongan saja tetapi lebih kepada tindakan atau prilaku baik, disiplin, jujur. Seperti apa yang dipraktekkan oleh Rasulullah.

            Seorang pemimpin ala Rasulullah akan menjadikan orang sekelilingnya saudara. Tidak ada jarak yang memisahkan. Tidak ada kata perdebatan sengit yang akhirnya menyebabkan sebuah permusuhan.  Sebagai seorang pemimpin motivator, Rasulullah menerapkan cara memimpin yang Islami. Teori memimpin beliau berbeda dengan pemimpin zaman sekarang. Sudah semakin banyak kita dengar dari media masa bahwa pemimpin sekarang bukanlah pemimpin yang bisa diharapkan menjadi pemimpin professional membawa anggota masyarakatnya menuju apa yang dicita citakan. Karena belum tahu bahwa sesungghnya seorang pemimpin akan diminta pertanggung jawaban kepemimpinannya di hadapan Allah SWT.

            Itulah kategori kecil pemimpin yang berguru pada Rasulullah SAW. Beliau memiliki trik khusus dalam kepemimpinannya. Bijak, ramah, ikhlas, adil dan bertanggung jawab,merupakan salah satu sifat kepemimpinan yang sering dipraktekkan oleh Rasulullah. Seorang motivator diri sendiri dan umatnya. Seorang uswah untuk dirinNya dan umatnya. Dilain unsur kepemimpinan yang beliau miliki, tidak lupa bahwa beliau juga menambahkan unsur dakwah dalam kepemimpinan. Dakwah tersebut dipoles sedemikian rupa untuk memberikan dampak positif ke dalam relung kehidupan umatNya.

            Sebuah pesimistis dalam hidup bukanlah ajakan dan ajaran yang sering diungkapkan oleh agama Islam. Tetapi optimisme itulah yang sering dinyatakan oleh Rasulullah sendiri. optimisme memandang bahwa warna warni kehidupan ini pasti ada jalan keluarnya. Menjadi motivator diri sendiri kemudian menjadi motivator untuk teman atau saudara dekat. Itulah kunci jalan keluar menujua hakekat kebahagiaan dunia dan akhirat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *