MALAIKAT ITU BERNAMA IBU Oleh Rahayu

Ilustrasi

Namaku Rahayu Putri, memiliki sesosok malaikat yang sangat luar biasa, dialah ibu.

Wanita yang tangguh, pantang menyerah, dan juga penyabar. Berasal dari keluarga yang pas-pasan. Selalu mengalah tentang semua hal dengan kakak-kakaknya. Beliau hanya lulusan SD, tapi bagiku beliau melebihi sarjana. Cara berfikir, bertindak, dan bersikap membuatku terkagum-kagum. Konon beliau mengorbankan karir pendidikannya karena keterbatasan dalam ekonominya.

Sejak kecil, beliau sudah rajin bekerja, membantu orang tuanya dalan berbagai hal. Beliau membuatku terinspirasi dalam menghadapi segala apapun yang halangan rintangan dalam perjalanan hidupku.

Dalam hidupku, dialah ibu sang mutiara yang sangat ku cinta dan dan sayangi. Profesi sebagai ibu rumah tangga dengan tingga orang putra, Rahayu Putri anak kedua, Dede Komarudin anak pertama sedangkan anak terakhir bernama Saleh Abdallah.

Pekerja keras dan pantang menyerah. Penuh kesabaran dalam membesarkan dan mendidik anak-anaknya.  Status sebagai single parent setelah ditinggal suami tercintanya karena meninggal dunia dua tahun yang lalu, ibu tidak pernah mengeluh, selalu bekerja keras demi masa depanku demi anak buah hatinya.

Kakakku sudah berkeluarga dan sudah memiliki pekerjaan yang layak, tapi ibu tidak pernah mau berpangku tangan mengharap belas kasihan kepada sang kakak. Ibu tetap ingin bekerja keras meskipun kakak saya berulang kali melarangnya. Prinsipnya pekerjaan apapun beliau jalani selama itu baik dan halal.  Beliau lakukan demi keluarga yang beliau sayangi dan cintai. Saya sangat beruntung mempunyai ibu sepertinya.

Kini ku duduk di bangku kuliah,  ibu tetap mencurahkan kasih sayangnya dengan selalu menyemangatiku, beliau menjadi motivator terbaik dalam hidupku. Kadang aku mengeluh, ingin keluar dari bangku perkuliahan, bukan karena tidak mau lagi belajar, tetapi karena melihat keadaan ekonomi keluarga, saya tidak mau, terus membebani ibu dengan biaya cukup besar,  hanya sebatas ibu rumah tangga, tetapi dengan tegasnya ibu berkata “ibu mampu nak, selagi kamu mempunyai kemauan, untuk belajar pasti Allah memberikan jalannya, ibu tidak mengharap balasan materi darimu, yang ibu minta hanya satu jadilah manusia yang bermanfaat, bisa mengharumkan nama keluarga, dan menjadi bintang yang bersinar”. Kata-kata itulah yang selalu terngiang dan menjadi alasan saya bertahan sampai detik ini dan ingin membuktikannya suatu saat nanti. Itulah tekadku.

Ibu motivator terbaik dan inspiratif dalam jiwaku. Satu saat ibu pernah atau bahkan sering memarahiku, karena beliau sayang kepadaku, beliau berharap agar aku menjadi orang yang lebih baik lagi.  Nasihat dan teguran darinya sangat berarti dan sumber inspirasi untuk melangkah lebih jauh ke depan. Tekadku mengejar mimpi yang ingin ku wujudkan bersamamu. Masih ada kebahagiaan yang ingin kubagikan denganmu. Serta masih ada ribuan cerita yang ingin aku sampaikan kepadamu. Oleh karena itu Ibu, kini biarkan aku berjuang mewujudkan itu semua dan semua mimpi beserta harapanmu, dulu yang engkau korbankan demi pertumbuhanku. Izinkanku membawamu kedalam keindahan dunia yang belum pernah engkau lihat karena pengorbananmu kepadaku.

Ibu, tunggulah sebentar lagi. Ribuan doa kusampaikan kepada Allah SWT agar engkau senantiasa diberi  perlindungan, dan kesehatan dalam hidupmu. Izinkanlah Aku untuk menjadi anak yang dapat membahagiakan mu. Ibu, tentu aku tahu itu semua belum cukup membayar pengorbananmu selama aku bertumbuh. Namun setidaknya, melalui perjuangan dan air mataku ini, Aku berucap kepadamu terima kasih Ibu engkau adalah sosok malaikat yang takkan tergantikan oleh siapapun di hidupku. (01 Okt 2019)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *